Rabu, 18 Januari 2012

Karakter Dalam Sinetron Indonesia

Tokoh Sinetron
Topik pembicaraan tentang sinetron Indonesia memang tak ada habisnya. Mulai dari kualitas produksi, jalan cerita dengan konflik kisah cinta segitiga, rebutan warisan, anak haram hingga penyakit lupa ingatan, sampai kepada stereotipe karakter-karakter yang ada di dalamnya.
Untuk membedakan karakter dalam (semua) sinetron, sering kali kita menemukan sebuah rumus yang itu-itu saja tanpa ada perkembangan atau variasi lainnya. Pernahkah kamu perhatikan bagaimana karakter Ibu tiri di sinetron A bisa sungguh mirip dengan karakter Ibu tiri di sinetron B (dan juga sinetron C, D, E dan seterusnya) ? Pernahkah kamu mencoba cari tahu jawabannya? MBDC akan mempermudah hidupmu dengan menjawab pertanyaan tersebut.
Di bawah ini adalah beberapa rumus pengkarakteran yang nampaknya sudah menjadi standarisasi pada (semua) sinetron Indonesia.

1. Orang Kaya


















Kalau bapak-bapak biasanya pake jas berdasi, rambutnya disisir rapih/klimis terus naik mobilnya kalau nggak Jaguar atau Mercedes Benz E class paling banter yang New Eyes. Kalau ibu-ibu biasanya pake baju dan tas branded dan aksesoris berlebih yang menunjukkan dia berlimpah harta. Terus untuk memberi kesan “matang” atau “tua”, rambut samping diatas kuping dan kumis disemir putih. Ala Koes Hendratmo. Mau yang main Cut Tari apa Wulan Guritno kek, kalo di sanggul terus dikasih semir putih = ibu2 yang anaknya udah sma.
Ibu-Ibu
Ibu-ibu ini mungkin sedang mengandung seorang anak SMA

2. Orang Miskin

Orang miskin
Ih miskin banget!
Kalau ibu-ibu biasanya bajunya daster terus kerjaannya kalau nggak tukang gado-gado, tukang jahit atau sejenisnya. Rambutnya disanggul atau dibiarkan terurai. Kalau bapak-bapak biasanya pake sarung sama kaos oblong, minumnya teh manis.

3. Anak sekolah gaul

Anak SMA gaul
Ya ampun...gaul banget.
Baju SMU yang kecil dengan rok agak ketat dan pendek. Kaos kaki berwarna warni dengan aksesoris rambut yang berwarna warni juga. Lengannya digulung sedikit terus kalau anak orang kaya biasanya ke sekolah naik mobil BMW.

4. Anak sekolah kutu buku











Anak SMA Kutu Buku
Biar suka difoto belum tentu dia tidak kutu buku
Baju kedodoran, rambut klimis belah pinggir berminyak terus pake kacamata tebel yang framenya juga tebel. Kadang ditambahin dengan gigi tonggos untuk memperkental kesan pathetic. Kalau cewek rambutnya dikuncir dua ala Wendy’s.
5. Dokter
Dokter
Kita gak nemu gambar dokter beneran, tapi serius gak beda jauh kok sama ini.
Biasanya bapak-bapak bersahaja yang berkumis dengan rambut rapih. Kacamata optional (agak susah karena sering refleksi lampu shooting). Baju jas dokter dengan stetoskop yang melingkar di lehernya.

6. Suster

Suster
Yah kira-kira kayak gitu deh gambaran susternya
Mbak-mbak muda yang mukanya agak lumayan bersih, baju suster standard terus biasanya lalu lalang doang di rumah sakit sambil bawa map merah dengan bolpen. Atau kadang bolak balik doang sambil dorong kursi roda orang sakit.

7. Orang sakit

Orang Sakit
Yang namanya sakit itu udah pasti sakit parah kalo di sinetron
Biasanya bibirnya dibedakin juga biar keliatan pucet kaya orang sakit. Terus tangan atau kaki atau jidatnya dikasih perban dan kadang-kadang lalu-lalang duduk di kursi roda didorong sama suster.

8. Polisi

Polisi Preman
Ini standart polisi preman
Ya standar baju polisi lah yang kaya biasa kita lihat sehari-hari tapi aktingnya paling kaku.

9. Preman












Preman
Pak sipakpak preman preman!
Berbadan gede dengan baju buntung yang memperlihatkan otot tangannya. Terus biasanya ada tato juga yang dibikin pake spidol. Dilengkapi dengan aksesoris kalung dan gelang-gelang rantai. Bajunya dan celana jinsnya biasa sobek sobek untuk menambah kesan rebel. Kadang mukanya juga di make up codet.

10. Pembantu

Pembantu
Kalo pembantunya kayak gini sih pasti banyak cowo yang nonton sinetron
Biasanya potongan bibik-bibik atau mbok-mbok gitu yang ngomongnya agak medok terus kalau pembantu orang kayak biasanya pake baju model baby sitter. Properti yang dipegang kalau nggak sapu, lap ato sambil masak di dapur.

11. Figuran












Figuran
Mereka ada di sekitar kita!
Ini yang selalu muncul di mana-mana tapi gak pernah keliatan jelas. Biasanya orangnya itu-itu aja hanya dibedain dari jenis baju dan warna bajunya. Malah kadang gak nyambung sama sekali. Figuran anak kampus tapi make bajunya kayak mau pergi clubbing atau ke mall. Figuran di café kadang make bajunya kayak mau main ke rumah tetangga. Dan sebagainya.

Tentang Tugu Yogyakarta




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinLKkx1n7R060v6haFFy6gHV1njDkyYsbAvtvrMkel62FaVLejLh4ZU-m_3gi_rfyKxSwnW1xVYpcIMEUt_GXqXwfpRuWkxPP5gQH8HAso_3uYhHA8BKuLIO5bAptTByHQLFUEpW4ZJ87I/s320/tugu+jogja.jpg
Yogyakarta — Bila datang ke Yogyakarta, dan kebetulan Anda bingung menentukan arah mau ke mana, ada satu patokan yang pasti dikenal oleh seluruh Wong Yogya. Itulah Tugu. Sebuah bangunan monumen sejarah yang terletak di perempatan bertemunya Jalan P Mangkubumi di sisi selatan, Jalan AM Sangaji di sisi utara, Jalan Jenderal Sudirman di sebelah timur, dan Jalan P Diponegoro di sebelah barat. Tugu setinggi 15 meter itu diresmikan pada 3 Oktober 1889 atau 7 Sapar 1819 Tahun Jawa.
Dari Tugu itu pula, maka pendatang dari luar Yogya seolah bisa ”menggenggam” seluruh kawasan kota ini. Tinggal mau ke mana? Semua bisa ditempuh dalam hitungan menit. Yogya kota kecil, Tugu bisa menjadi poros segala arah. Jika kemudian bingung di dalam kota Yogya, silakan kembali ke Tugu. Dijamin Anda tidak bingung lagi!
http://sdgambiranom.files.wordpress.com/2008/12/tugu-yogya.jpg

Asal tahu saja, Tugu itu ternyata juga menjadi salah satu poros imajiner pihak Kraton Yogyakarta. Jika ditarik garis lurus dari selatan ke utara, atau sebaliknya; maka akan ditemukan garis lurus ini: Laut Selatan (konon dikuasai oleh Kanjeng Ratu Kidul, istri Sultan Raja-raja Mataram), Krapyak, Kraton Yogyakarta, Tugu, dan Gunung Merapi.
Bahkan, Sultan sebagai penguasa Kraton Yogyakarta, jika duduk di singgasana di Siti Hinggil Kraton, ia bisa memandang Gunung Merapi di sisi utara. Ikatan magis antara Laut Kidul, Kraton, dan Gunung Merapi hingga saat ini dipercaya oleh Wong Yogya. Oleh sebab itu budaya larungan selalu dilaksanakan pada bulan Sura di Laut Selatan maupun Gunung Merapi oleh pihak Kraton.
Filosofi Berubah
Seiring dengan perjalanan sejarah, Tugu yang sudah berumur 100 tahun lebih itu rupanya akan diubah bentuknya. Perubahan bentuk itu – jika jadi dilakukan -- jelas bisa dibilang melanggar undang-undang cagar budaya. Namun apa mau dikata jika yang mau mengubah adalah pihak Kraton Yogyakarta? Tentunya ada alasan kuat yang mendasarinya. Konon, dari catatan sejarah disebutkan, sosok Tugu yang ada sekarang itu sebenarnya telah mengalami perubahan bentuk dari sosok aslinya. Tugu itu semula didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I, pendiri Kerajaan Yogyakarta setelah Mataram Islam yang berpusat di Kartasura terpecah menjadi dua. Sebagian menjadi Kasultanan Yogyakarta, sebagian lagi menjadi Kasunanan Surakarta pada Perjanjian Giyanti tahun 1755. Tugu itu dulu disebut Tugu Golong-Gilig.
Bentuk Tugu Golong-Gilig itu, konon, puncaknya berupa golong (bulatan mirip bola) dan bawahnya berbentuk bulat panjang/silindris atau gilig. Tugu Golong-Gilig tersebut melambangkan tekad yang golong gilig (menyatunya pimpinan/raja dengan rakyatnya). Makna lebih jauh adalah bersatunya raja dan rakyatnya dalam perjuangan melawan musuh maupun menyatu dalam membentuk pemerintahan dalam satu negara. Di sisi lain juga bisa dimaknakan sebagai hubungan antara manusia dengan Sang Khalik.
Jika melihat makna Tugu Golong-Gilig adalah bersatunya antara raja dan rakyat, maka hal itu bisa dimengerti karena pendiri Kerajaan Yogyakarta – kala itu – dikenal sebagai pemberontak yang ingin memisahkan diri dari Kerajaan Mataram Islam yang justru dikuasai penjajah Belanda. Pangeran Mangkubumi (kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I) memilih memberontak dan memisahkan diri daripada kerajaan di bawah pengaruh kekuasaan Belanda.
Pernah Runtuh
Tugu Golong-Gilig semula dibangun setinggi 25 meter. Kemudian karena gempa tektonik pada 10 Juni 1867 atau 4 Sapar Tahun EHE 1284 H atau 1796 Tahun Jawa sekitar pukul 05.00 pagi, tugu itu rusak terpotong sekitar sepertiga bagian. Musibah itu bisa terbaca dalam candra sengkala – sebuah catatan kata yang bermakna angka tahun -- Obah Trusing Pitung Bumi (1796).
http://www.tembi.org/dulu/tugu_yogyakarta_tahun_1928/image002.jpg

Tugu itu kemudian diperbaiki oleh Opzichter van Waterstaat/Kepala Dinas Pekerjaan Umum JWS van Brussel di bawah pengawasan Pepatih Dalem Kanjeng Raden Adipati Danurejo V. Lalu tugu baru itu diresmikan HB VII pada 3 Oktober 1889 atau 7 Sapar 1819 Tahun Jawa. Oleh pemerintah Belanda, tugu itu disebut De Witte Paal (Tugu Putih).
Menurut kerabat Kraton Yogyakarta yang juga Kepala Bapedalda (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) Daerah Istimewa Yogyakarta, Raden Mas Haji Tirun Marwito SH; saat ini Kraton Yogyakarta memang sedang mengkaji kemungkinan mengembalikan Tugu Yogya ke bentuk asalnya. ”Bentuk Tugu yang sekarang ini sudah direkayasa oleh pihak penjajah Belanda saat itu. Akibatnya makna filosofinya sudah berubah,” tuturnya.
Saat dibangun kembali oleh pemerintah Belanda itu, di sana ada candra sengkala Wiwaraharja Manunggal Manggalaning Praja atau tahun Jawa 1819 yang berarti pintu menuju kesejahteraan bagi para pemimpin negara. Hal itu jelas bertentangan dengan simbol Golong-Gilig. Oleh sebab itulah maka pihak Kraton Yogyakarta berniat mengubah bentuk tugu yang sekarang.
”Bila nanti rencana itu dilaksanakan, ada beberapa kemungkinan yang akan ditempuh. Misalnya, Tugu Yogya yang ada sekarang ini dipindah dan diletakkan di pinggir jalan sebagai monumen bahwa Tugu Yogya pernah berbentuk seperti itu. Lalu di lokasi tempat tugu itu berada dibangun kembali Tugu Golong-Gilig seperti yang pernah dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I,” kata Tirun.

Arti di Balik Kalimat Cewe- Terserah!




Jadi gini, dalam pertemanan maupun percintaan dengan seorang wanita, kata-kata terserah sering kali diucapkan dalam berbagai situasi. Kita sudah sepakat sebelumnya kalau cewe itu lebih rumit dari aljabar kan ya? Nah pengaplikasian kata "terserah" ini juga bisa berbeda-beda arti, tergantung dari situasi dan kondisi kata tersebut terlontar. Misalnya gini:


Situasi 1

Sedang kencan, pulang jemput kuliah/kerja, belum makan, perut keroncongan.
Cewek  : Aduh aku laper banget.
Cowok : Mau makan dulu?
Cewek : Boleh
Cowok : Mau makan apa?
Cewek : Terserah.
Cowok : *masuk ke warteg*
Cewek : *merengut, judes, uring-uringan, makanannya ga diabisin, diem sepanjang jalan pulang*
Kalian pasti berpikir dong, kenapa nih kok jadi ngambek? Ketika ditanya kenapa, jawabnya gapapa (ini ntar kita bahas di artikel berikutnya ya, kata gapapa ini). Tapi manyunnya kayak ngegepin kamu selingkuh. Kenapa sih?
Ternyata Ini Artinya : Tawarin dulu dong beberapa jenis makanan, jangan langsung main belok ke warteg. Terus kok warteg sih ih. Gak romantis banget. Aku kan pengen steak. Candle light dinner kalo bisa. Ih kok ga ditawarin sih. Ih. Paling gak tawarin kek. Ih.


Situasi 2

Lagi sayang-sayangan ditelpon. Terus hape kamu yang satu lagi bunyi. Anak-anak ngajakin main futsal Jumat sore terus lanjut tanding PES 2012 atau FIFA 12 di rumah si Jono sampe pagi. Mumpung lagi telponan sama si pacar, sekalian bilang deh.
Cowok : Aku besok sore main sama anak-anak ya.
Cewek : Main apa *nada curiga*
Cowok : Futsal terus lanjut main ps di rumah Jono. Nginep.
Cewek : Terserah *nada dingin*
Cowok : Ok
Cewek : Eh udahan dulu ya aku disuruh mama nimba. *klik tutup telpon*
Hah? Apaan nih kok tutup telpon gak pake siapa-sayang-kamu-aku-sayang-kamu-cium-dulu-dong-kamu-aja-yang-tutup-telpon-ga-mau-kamu-aja-ah? Abis itu status fb dan twitternya galau-galau, semacam 'cowok sama aja semuanya' atau 'I can do better without you!' woh woh kenapa nih?
Ternyata Ini Artinya: Kok bikin rencana sendiri sih? Gak nanya dulu aku besok mau kemana? Siapa tau aku mau ajak nonton. Siapa tau aku mau nyalon? Belanja? Terus yang jemput siapa? Ih. Jumat malam basi dong? Ih. Terus main sama si Jono lagi. Kan dia tau aku gak suka si Jono. Bau ketek. Ntar si bebeb ketularan bau ketek si Jono lagi kalo pake nginep segala. Ih.


Situasi 3

Si cewek akan berulang tahun minggu depan. Kamu bingung mau kasih kado apa. Tanya aja lah ya biar ga ribet nebak-nebak dia lagi mau apa.
Cowok : Kamu mau kado apa?
Cewek : Terserah *sambil tersipu-sipu*
Cowok : hmmmm
Pas dia ulang tahun kamu kasih jaket. Abis kan dia suka pake tengtop dan hotpants, biar gak masuk angin. Biar kalo dia pake jaket itu jadi menghangatkan dirinya. Kayak kamu yang lagi meluk dia. Oh sungguh romantis. Eh tapi kok dia ga antusias pas buka kado kamu. Cuma bilang makasih. Gak langsung dipake jaketnya. Malah main henpon.  Manyun.
Ternyata Ini Artinya: Heh? Jaket? Indonesia panas kali. Terus ini kok modelnya kayak jumper cowo gini sih? Lagian sejak kapan sih aku suka pake jaket? Surprisenya mana? Cokelatnya mana? Bunga? Candle light dinner? Tiket ke Bali PP + Akomodasi?


Situasi 4

Memutuskan mau kencan kemana dan ngapain.
Cowok : Kita mau jalan-jalan kemana besok?
Cewek : Terserah
Cowok : Nonton?
Cewek : Terserah
Cowok : Makan sushi? Kan kamu ngidam tuh katanya kemarin
Cewek : Terserah
Cowok : Di rumah kamu aja nonton dvd?
Cewek : Terserah
Dengan inisiatif tinggi kamu memilih pilihan terakhir. Terserah kan berarti yang mana aja sama kan? Ya kan? Besoknya kamu datang kaosan celana pendekan bawa tumpukan dvd bajakan. Dia manyun. Lah? Gimana? Katanya terserah, kok pundung?
Ternyata Ini Artinya: Nonton dan sushi lah. Udah tau aku pengen sushi. Ah gimana sih? Ih. Masak pacaran di rumah. Katanya jalan-jalan. Kemana kek gitu, pantai.
Heu. Jangan tanya apa yang harus kalian lakukan kalau mendapat kata terserah dari cewe. Karena artikel ini cuma pengen ngasih tau artinya. Bukan solusinya. Karena sesungguhnya dibalik kerumitan memahami cewe, disitu justru letak serunya. Semoga berhasil!!

4 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Kalo Abis Ngomongin Seseorang ke Orang yang Salah



Setidaknya sekali dalam hidup kamu, kamu pasti pernah ngomongin seseorang ke orang yang salah. Misalnya gini: Kamu abis ngeliat cewek jelek banget, terus kamu cerita ke temen kamu:
Kamu: Men, tadi gue liat cewek jelek abis! Pake baju warna-warni kayak badut –
Temen Kamu: Itu cewek gue bro.
Awkwaaaaaaaard!!!! Nah lho, harus gimana tuh kayak gitu. Gak enak banget kan? Nah, sebenernya ada hal-hal yang bisa kamu lakukan dalam situasi seperti ini lho. Hari ini, MBDC akan memberitahukan kamu 4 hal yang bisa kamu lakukan kalo abis ngomongin seseorang ke orang yang salah!

1. Langsung Merubah Sudut Pandang

Kamu: Oh itu pacar lo? Gayanya unik banget ya? Keren abis lho.
Melakukan hal ini membutuhkan kemampuan ngeles dan berpikir dengan cepat. Kamu harus bisa dengan segera menemukan lawan kata dari hal jelek yang sudah telanjur kamu katakan tadi. Kemungkinan besar situasi bakal tetap awkward dan orang tersebut bisa jadi udah telanjur BT sama kamu, tapi paling gak kan kamu udah berusaha memuji dan merubah sudut pandang kamu! Dia harus ngerti dong!

2. Langsung Tertawa Terbahak-Bahak

Kamu: Bwahahahahahahahahaha!! Anjrit, sorry men!
Ini adalah hal yang paling lazim dilakukan oleh orang, karena dengan begini seolah-olah apa yang kamu katakan tadi cuma becanda (padahal sih serius). Ini adalah hal yang lebih efektif untuk dilakukan ketimbang kamu langsung gak enak terus minta maaf dengan memelas. Kalau kamu ketawa terbahak-bahak lalu dilanjutkan minta maaf, ada kemungkinan teman kamu tersebut ikut tertawa dan menganggap hal tersebut lucu.

3. Belagak Pilon

Kamu: Yang mana cewek lo?
Temen kamu: Ya itu yang pake baju warna-warni kayak badut.
Kamu: Yang mana sih pake baju warna-warni kayak badut?
Temen kamu: Ya yang barusan lo omongin.
Kamu: Gue ngomong apaan sih? Eh gue duluan ya, gue mau — ini nih. Itu. Ok? Deee!!
Belagak pilon ini adalah sebuah teknik yang membuat seolah-olah kamu tidak mengerti apa yang diomongin sama temen kamu tersebut, padahal sebenernya kamu yang memulai pembicaraan tersebut. Untuk melakukan hal ini, kamu butuh muka yang sungguh datar alias poker face. Belagak pilon bisa membuat kamu terhindar dari situasi yang sungguh awkward.

4. Lanjut Ngatain

Kamu: Oh itu cewek lo? Bilangin dong suruh pake baju yang bener. Aneh banget.
Ini menunjukkan bahwa kamu adalah seseorang yang sangat idealis dan komentar kamu tidak bisa dipengaruhi oleh apapun. Yang dibutuhkan untuk melakukan hal ini adalah mental baja dan kesiapan hati untuk kehilangan banyak teman dan hidup sendirian sepanjang masa.
Nah, apakah kamu punya tips lain untuk ngeles dalam situasi semacam ini? Silakan dishare lho.

Nama-Nama Rumah Makan Paling Pasaran Di Indonesia



Rumah makan adalah bisnis yang tidak akan mati. Orang akan selalu butuh makanan dan dengan demikian akan selalu ada orang yang berpikir untuk menjual makanan. Mungkin karena saking banyaknya orang yang menjual makanan, lama-lama orang jadi bingung mau ngasih nama rumah makannya apa dan langsung berpikir, “ah tailah, namanya apa aja deh”. Hal ini menyebabkan munculnya beberapa  nama yang jadi standart banget di dunia perumah-makanan. Berikut adalah nama-nama rumah makan paling standart.

5. Yang Pake Angka Hoki (88 / 99)

Digunakan Oleh: Restoran seafood, chinese food.
Makna dari nama itu: Angka 88 ataupun 99 adalah angka hoki. Dengan demikian, si pemilik restoran berharap restorannya akan membawa hoki sehingga laku keras dan Ia menjadi kaya raya.

4. Yang Pake Atribut Tubuh (Pak Kumis / Si Gondrong)

Digunakan Oleh: Warung bakso, tukang nasi goreng.
Makna dari nama itu: Supaya kamu gampang mengenali penjualnya. Tapi mengingat berkumis maupun gondrong itu sebenernya gak spesial-spesial amat, sebenernya hal ini cukup membuat rancu yah. Harusnya kalo bikin kayak gini tuh pake atribut tubuh yang sangat spesifik gitu lho, seperti misalnya Nasi Goreng si Kaki Nanah atau Warung Bakso si Udel Bodong.

3. Sudi Mampir

Digunakan oleh: Warung Sop Kaki Kambing, Warteg / warung nasi.
Makna dari nama itu: Supaya kamu mau mampir dan mencoba hidangan mereka. Tapi kalo kamu gak sudi gimana ya? Ya udah. Yeee.

2. Berkah

Digunakan oleh: Warteg / warung nasi, warung ayam goreng, nasi goreng.
Makna dari Nama Itu: Agar memberi berkah bagi mereka dan kamu semua yang makan. Eh, sebenernya lebih berkah ke yang punya restoran/warung sih. Kamu mah itungannya tetep buang duit untuk makan. Siapa suruh makan.

1. Sederhana

Digunakan oleh: Restoran Padang, nasi uduk, warteg, apapun yang merasa restorannya ‘sederhana’.
Makna dari Nama Itu: Ceritanya rendah hati gitu. Kan kalo kamu berkunjung ke rumah temen trus ditawarin makan suka gitu kan, “Ayo makan…tapi seadanya aja ya.” Nah, kurang lebih pengen merendah kayak gitu deh. Eh, tapi ini bisa juga sebagai sarana ngeles sih. Jadi kalo kamu protes karena makanannya gak enak, mereka bisa bilang, “Yah, namanya juga hidangan sederhana mas…”